RSS

WELCOM IN MY MOZILLA

WELCOM IN MY MOZILLA
Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 17, 2011 in Uncategorized

 

Kaum Kapitalisme Di INDONESIA

DRAMATISASI HUKUM

DI INDONESIA

Disusun Oleh :

RESKY NURUL ADHA

0538 567 07

Jurusan sosiologi

Fakultas kejuruan dan ilmu pendidikan

Universitas muhammadiyah Makassar

2009

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Kasus dana talangan yang diberikan kepada Bank Century mencapai Rp 6,7 triliun (bahkan bisa lebih banyak) itu ternyata tidak mendapat persetujuan dari Wapres K sebagai orang yang paling bertanggung jawab terhadap perjalanan dinamika perekonomian bangsa ini. Apa boleh buat, nasi telah menjadi bubur.

Dana yang seharusnya digunakan untuk pengembangan perbakan Indonesia, alih-alih digunakan untuk menyuap anggota DPR agar merevisi UU BI  sesuai dengan kepentingan mereka serta digunakan untuk bantuan pribadi untuk kasus hukum para mantan pejabat BI.

Pemicunya adalah pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menuding pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Bank Century di DPR merupakan kreasi para politikus yang tidak senang dengan kebijakannya. Bahkan, dalam konteks itu, Sri Mulyani menyebut Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.

Untuk memastikan apakah ada pelanggaran yang dilakukan aparat penyelenggara negara, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami hasil temuan dengan BPK dan PPATK. Namun KPK sudah memegang indikasi adanya penyimpangan terkait pencairan dana talangan Bank Century. KPK segera memanggil pihak-pihak terkait seperti LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) dan BI (Bank Indonesia) setelah pihaknya menemukan data kuat terkait kasus tersebut. Setelah data kuat ditemukan, kita akan segera meminta keterangan pihak-pihak terkait, kata Juru Bicara KPK.

B. Rumusan masalah

  1. Apakah Budiono terlibat dalam kasus bank century?
  2. Bagaimana Sri Muliani mengatasi kasus Bank Century?
  3. Bagaimana KPK memberantas kasus korupsi di Bank Century?

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pandangan Mengenai Kasus Century

Pengamat ekonomi Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri berpendapat, kebijakan penyelamatan Bank Century merupakan langkah tepat sehingga saat ini Indonesia terhindar dari kondisi buruk.

“Hampir semua kalangan menyatakan bahwa situasi sudah dalam ancaman krisis, bahkan waktu itu pernyataan-pernyataan itu lebih mengerikan dari kondisi yang senyatanya terjadi,” kata Faisal Basri.

Faisal mengungkapkan hal itu dalam seminar Outlook 2010: Prospek Politik dan Ekonomi Indonesia dalam rangka ulang tahun LKBN ANTARA ke-72 di Wisma ANTARA Jakarta, Kamis (10/12).

Ia mempersilahkan, berbagai kalangan untuk mengecek kembali pernyataan berbagai kalangan terkait ancaman krisis ekonomi pada Oktober hingga Desember 2008. “Cek saja, penggambaran mereka lebih mengerikan daripada yang terjadi sehingga seolah-olah mau terjadi kiamat,” kata Faisal Basri.

Menurut dia, kondisi saat itu memang banyak mengandung risiko sehingga jika keputusannya salah maka kondisi buruk pun akan benar-benar terjadi. “Kondisi waktu itu amat beresiko, tetapi karena ada penyelamatan Bank Century, tidak jadi kiamat,” tegasnya.

Ia meminta, agar berbagai upaya mengungkap kasus penyelematan Bank Century dapat dilakukan secepatnya untuk mencari kebenaran yang substansial. Menurut dia, orang-orang yang betul-betul paham mengenai masalah itu harus banyak bicara menjelaskan duduk permasalahannya dengan sejelas-jelasnya.

Ia mengatakan, saat ini banyak pihak yang tidak begitu memahami masalah namun banyak bicara sehingga yang terjadi adalah dramatisasi masalah. “Saya tidak takut bicara berbeda. Saya punya keyakinan bahwa yang benar akan datang, sementara politisi yang tidak bermutu akan dijauhi oleh rakyat,” katanya.

Di tempat terpisah pengamat ekonomi Global Nexus Institute (GNI) Christianto Wibisono juga menilai bahwa kebijakan pemerintah menyelamatkan Bank Century saat krisis tahun 2008 tidak bisa disalahkan karena kondisi gawat darurat saat itu.

“Jika Bank Century dibiarkan tutup, maka dana pihak ketiga yang berjumlah RP600 triliun atau 40 persen dari total Rp1.500 triliun dalam sistem perbankan Indonesia, terancam di-rush,” kata Christianto dalam diskusi terbatas di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, dari sudut ranah kebijakan ekonomi politik, keputusan mantan Wapres Jusuf Kalla saat itu juga tepat ketika memerintahkan penangkapan pemilik Bank Century yang telah melakukan tindak pidana penggelapan di tengah situasi krisis global yang bisa berdampak sistemik.

B. Skandal Bank Century dan Teatrikal Palsu Negara

Kasus dana talangan yang diberikan kepada Bank Century mencapai Rp 6,7 triliun (bahkan bisa lebih banyak) itu ternyata tidak mendapat persetujuan dari Wapres JK sebagai orang yang paling bertanggung jawab terhadap perjalanan dinamika perekonomian bangsa ini. Apa boleh buat, nasi telah menjadi bubur.

Kini persoalan Bank Century hampir pasti mengkuti pola dan kesalahan yang dilakukan pemerintah pada BLBI pertama tahun 1998, ketika pemerintah memberikan bail-out kepada bank-bank yang dananya dirampok oleh pemiliknya sendiri dan menjadikan pemerintah sebagai penjamin, tameng, dan atau bodyguard untuk keamanan semuanya.

Menarik untuk mencermati tentang dana talangan atau bail-out Bank Century yang membengkak menjadi Rp 6,7 triliun. Secara institusi, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengaku telah mengkonsultasikan tambahan suntikan dana tersebut kepada Bank Indonesia (sebagai regulator). Dalam hal ini, penambahan dana dilakukan karena Bank Century tidak memiliki rasio kecukupan modal (CAR).

Sebagai catatan, CAR Bank Century per 31 Oktober 2008 telah minus dari 3,25% anjlok menjadi -35,92%. Dengan demikian, LPS menyuntikkan dana segar atau penyertaan modal menjadi 10%. Dana yang dibutuhkan untuk hal ini mencapai Rp 2,77 triliun. Dalam perkembangannya, LPS per 31 Desember 2008 juga kembali menutup kebutuhan likuiditas Bank Century dengan menyuntik dana segar sebesar Rp 2,201 triliun.

Lebih lanjut, pada bulan Februari 2009, cash money terus disuntik sebesar Rp 1,55 triliun dan Rp 630 miliar. Dengan demikian total keseluruhan dana yang disuntikkan LPS ke Bank Centuy adalah Rp 6,7 triliun, sebuah jumlah yang fantastis dan rekor bagi pemerintah. Persoalan muncul ketika ada yang mempertanyakan bagaimanakah nasib duit rakyat sebesar Rp 6,7 triliun? Mengapa dana sebesar itu dengan mudah diberikan oleh pemerintah? Atas pertimbangan apakah BI merekomendasi untuk melakukan bail-out (dana talangan) kepada institusi bodong seperti Bank Century?

Tidakkah BI belajar banyak dari kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLIBI) yang telah merugikan negara mencapai Rp 600 triliun yang hingga kini bahkan sampai 20 tahun mendatang rakyat harus membayarnya dengan bunga dan pokok sebesar Rp 60 triliun melalui APBN? Di manakah tanggung jawab BI sebagai badan pengawas perbankan nasional?

Kini, setelah masalah Bank Century menjadi bahan diskusi publik, pemerintah harus tetap terbuka. Menkeu dan Gubernur BI harus bertanggung jawab atas ‘tragedi’ ekonomi jilid dua yang menimpa bangsa ini. Pengelolaan ekonomi dan aset republik sudah saatnya dilakukan dengan jujur dan berkeadilan. Kita telah bosan disuguhi dengan teatrikal dan drama palsu pengelolaan ekonomi dan aset bangsa. Negara tidak boleh mempermainkan rasa keadilan kepada rakyatnya.

Andai dana Rp 6,7 triliun disuntik untuk program public services seperti kesehatan dan pendidikan, sungguh begitu banyak rakyat yang bersyukur, karena tertolong kebaikan hati pemerintah. Kini, langkah strategis yang harus dilakukan oleh pemangku kepentingan dalam bidang ekonomi adalah segera bertobat atas perbuatannya dan meminta maaf secara terbuka kepada pewaris sah kedaulatan, rakyat Indonesia. Lebih dari itu, sikap jantan JK atas tragedi Bank Century patut diacungi jempol.

C. Kasus Bank Century : Boediono Terancam Dipidana

Berdasarkan analisis dari anggota Komisi XI DPR yang membidangi Keuangan dan Perbankan, maka selaku pimpinan BI, Boediono secara tidak langsung melakukan penyalahgunaan wewenang. Seperti diuraikan di atas, BI telah memberi keterangan abu-abu (alias belum pasti) atas kondisi Bank Century. Justru dengan keterbatasan pengawasannya (kredit dan deposan fiktif), BI alih-alih menyelamatkan Bank Century. Setelah diselamatkan, lagi-lagi terjadi aliran secara besar-besaran berjumlah Rp 5.6 triliun selama kurun November – Desember 2008. Tidak habis berpikir, mengapa petinggi BI begitu ngotot menyelamatkan Bank Century, padahal dalam rapat tersebut banyak peserta yang menolak, terlebih alasan pejabat BI terlalu “memaksa”.

Dan bila alasan penyelamatan Bank Century ‘mengada-ada’ dan dalam kesempatan lain melanggar undang-undang seperti djelaskan diatas adalah benar, maka bercermin dari kasus aliran dana Rp 100 miliar dari YPPI, tentu tidak bisa dipungkiri para petinggi BI dan KSSK bisa terseret pidana. Meskipun mereka tidak menerima dana sepersen pun, namun apabila karena ‘kecerobohan’ (alasan paling positif) mereka sendiri menjadi alat para bankir dan deposan yang mengakibatkan kerugian keuangan lembaga negara, maka sudah sepantasnya mereka mendapat proses hukum yang sama dengan kasus Burhanuddin Abdullah.

Dan Andai saja, rakyat Indonesia dan para penegak hukum menjunjung tinggi keadilan hukum seperti diurai dalam Pasal 27 UUD 1945, maka bila memang pada akhirnya laporan BPK memberi bukti resmi bahwa pejabat BI  (termasuk pimpinannya yakni Boediono) melakukan pelanggaran ketentuan dalam penyelamatan Bank Century, maka bukanlah hal mustahil Boediono (Wakil Presiden Terpilih mendampingi SBY) akan dipidana oleh KPK (asal KPK tetap independen dan berhasil keluar dari kemelutnya). Dan perlu dicatat, jika pada akhirnya terbukti indikasi yang kuat bahwa Boediono bersalah, maka percayalah bahwa ia bukanlah satu-satunya orang yang bersalah. Berdasarkan berbagai analisis yang berkembang, maka para pejabat yang ikut terlibat dalam kasus Bank Century adalah  deposan fiktif Bank Century, manajemen Bank Century, KSSK, LPS dan semua ’siluman’.

Tentu, seperti biasanya.. Kita akan menunggu hasil audit investigasi BPK yang menyeluruh. Jika memang akhirnya terbukti, maka hendaknya hukum ditegakkan. Semoga tidak ada yang mengkriminalisasi KPK, agar tabir Bank Century dapat diusut dengan seadil-adilnya. Hanya saja, apakah 60% pemilih akan mendukung penegakan hukum bagi cawapres yang terpilih?

D. Sri Mulyani Alihkan Isu Kasus Century

Partai Golkar menilai pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani di sebuah media asing soal politisasi kasus Bank Century, sebagai bentuk pengalihan isu. Golkar mengibaratkan Sri menepuk air di dulang. “Kami memandang pernyataan Sri Mulyani tidak berdasar dan hanya upaya mengalihkan isu,” kata penasihat Fraksi Partai Golkar, Priyo Budi Santoso, di gedung DPR, Jakarta,

Sebagai partai moderat, kata Priyo, keterlibatan Partai Golkar dalam Panitia Khusus (Pansus) Angket Century tidak bertujuan untuk menjatuhkan siapapun, termasuk Sri Mulyani dari posisi Menkeu. “Tidak ada niat sedikitpun, untuk mengutak-atik Sri Mulyani, Boediono apalagi Pak SBY,” kata Priyo. Priyo meminta Sri Mulyani tidak gusar oleh proses politik di DPR atas kasus Bank Century. Jika Sri Mulyani mencoba mengait-ngaitkan keterlibatan Golkar dalam Pansus Century sebagai “balas dendam” Aburiazal Bakrie (Ketua Umum Partai Golkar), kata Priyo, hal itu terlalu menyederhanakan masalah. “Pernyataan Menkeu tidak santun,” tegas Priyo. dri/kpo

Stetmen Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menyebut adanya unsur dendam dari Aburizal Bakrie, ditanggapi dingin saja oleh kalangan politisi Golkar. Mereka justru menilai pernyataan Ani sengaja sebagai upaya untuk membelokkan skandal bailout Century yang sudah menjadi opini umum di publik.

“Ini tidak ada urusan dengan masalah personal seperti diutarakan Ibu Sri Mulyani. Itu yang menjadi concern fraksi Golkar. Sebaiknya Ibu Sri Mulyani fokus saja untuk menghadapi kemungkinan dipanggil pansus dan KPK. Jangan membelokan isu,” kata Ketua DPP Golkar Ade Komaruddin kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, kemarin

Menurutnya, pernyataan Sri Mulyani di koran The Wall Street Joumal edisi 10 Desember yang menuding Aburizal Bakrie sebagai aktor di balik menguatnya kisruh skandal Bank Century, patut disayangkan. Sebagai pejabat publik yang sejak awal mengikuti perkembanngan kasus ini dari awal hingga pansus bekerja, semestinya Ani mencermati kasus yang melibatkan dirinya itu sebagai upaya untuk melakukan koreksi terhadap sistem perbankan nasional yang saat ini dinilai masih banyak kelemahan.

Sekretaris Fraksi Partai Golkar ini lantas meminta Sri Mulyani agar tidak panik dan khawatir atas upaya pansus mengungkap skandal Bank Century. Jika memang tidak ada masalah dalam proses itu, menurut Ade, Sri Mulyani seharusnya tenang dan tidak perlu menuduh orang yang bukan-bukan. “Jika benar. Ibu Sri Mulyani tidak usah khawatir. Percayalah pansus akan bersikap adil. Yang benar kita akan katakan benar, sebaliknya juga yang salah harus dihukum,” paparnya.

Terkait pernyataan Sri Mulyani soal Aburizal Bakrie, Ade menegaskan, dalam berbagai kesempatan Ical sudah berkali-kali menyatakan bahwa Ical tidak memiliki masalah pribadi dengan Sri Mulyani. Karena itu dengan pernyataannya kemarin, kini menjadi tangungjawab Sri Mulyani untuk membuktikan kebenaran apa yang dia ucapkan.

Sementara pengamat politik UI Indra Jaya mengatakan statmen Menkeu itu bagian dari sandiwara politik untuk mengangkat citra Ketua Pansus Idrus Marham, yang selama ini dikenal kurang memiliki kapabilitas di parlemen. “Idrus jarang terdengar memiliki kualitas yang baik di parlemen. Saat pemilihan ketua pansus. Idrus juga banyak ditentang para inisiator. Bisa jadi ini sebuah sandiwara politik, untuk menjelaskan bahwa sosok Idrus ditakuti oleh Menkeu,” kata Indra.

Indra juga menangkap sinyal bahwa pernyataan Menkeu itu memang mumi adanya ketidaksukaan terhadap kader Golkar yang memimpin pansus. Terutama jika dikaitkan dengan perseteruan Sri Mulyani dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie. “Pernyataan itu bisa saja menampar Golkar, karena Sri Mulyani mencium aroma ketidaksukaan elite Golkar terhadap dirinya. Ujung-ujungnya mendepak Sri Mulyani,” ujar Indra

KPK Terus Mendalami Kasus Bank Century

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami sembilan temuan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait aliran uang negara Rp 6,7 triliun ke Bank Century. KPK kembali menggelar pertemuan dengan tim BPK antara lain untuk menelusuri apakah sembilan temuan tersebut terkait pelanggaran administrasi dan melibatkan aparat penyelenggara negara,

Guna memudahkan penyelidikan, KPK menambah anggota tim penanganan kasus Century dari 10 orang menjadi 20 orang dipimpin Direktur Penyelidikan KPK, Iswan Elmi. Pertemuan akan dilanjutkan Senin mendatang di Gedung BPK dengan melibatkan Kejaksaan Agung dan Mabes Polri terus mendalami dugaan skandal bailout Bank Century. Pekan ini,KPK bakal berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan untuk memperjelas aliran dana dalam hasil audit.

“Dugaan yang perlu diperjelas terjadinya tipikor perbankan, pencucian uang, dan korupsi,”jelas juru bicara KPK Johan Budi SP. Nanti, penyelidikan KPK pun akan terfokus pula  pada aliran dana di departemen tertentu. Dari ketiga pemasalahan yang didalami itu, KPK hanya akan menangani sebatas permasalahan tindak pidana korupsi kasus Century.

Sementara, lanjut dia, untuk dugaan lainnya akan diselidiki oleh lembaga penegak hukum lain. Namun demikian, Johan menambahkan akan tetap melakukan pengawasan.
Lebih lanjut,Johan akan berkoordinasi bersama polisi dan kejaksaan dalam sidang koordinasi khusus jika dalam pemeriksaan ditemukan dugaan tipikor. Ketiga lembaga ini bakal bekerjasama selama penyelidikan sesuai domain masing-masing.

Untuk memastikan apakah ada pelanggaran yang dilakukan aparat penyelenggara negara, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami hasil temuan dengan BPK dan PPATK. Namun KPK sudah memegang indikasi adanya penyimpangan terkait pencairan dana talangan Bank Century. KPK segera memanggil pihak-pihak terkait seperti LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) dan BI (Bank Indonesia) setelah pihaknya menemukan data kuat terkait kasus tersebut. Setelah data kuat ditemukan, kita akan segera meminta keterangan pihak-pihak terkait, kata Juru Bicara KPK Johan Budi, Jumat

Dalam kaitan ini, KPK akan memanggil semua pejabat terkait sebagai tindak lanjut pengungkapan kasus tersebut. Ini sebagai tindak lanjut, kita akan memeriksa pihak-pihak yang diperlukan, tegasnya. Menurut Johan, mulai minggu ini KPK terus melakukan gelar kasus Century. Tim yang dibentuk KPK untuk mengungkap kasus Bank Century sudah bekerja dan terus berkoordinasi dengan BPK dan PPATK. Semua indikasi penyimpangan masih kita perdalam, ujarnya.

Disamping itu, KPK juga terus mengumpulkan bukti-bukti untuk menyelidiki dugaan penyimpangan kasus Bank Century yang kini jadi sorotan banyak pihak. Sejauh ini, KPK telah menemukan sejumlah indikasi dugaan penyimpangan yang kini terus digali untuk dikuatkan. Ada temuan. Kita terus mendalami dengan BPK dan PPATK, kata Johan.

Penyidik KPK akan segera melakukan penelusuran setelah ada temuan dari hasil pembahasan kasus aliran dana Bank Century. Yang kita dalami apakah sembilan indikasi penyimpangan itu terkait pelanggaran administrasi, korupsi, dan perbankan; masih diperdalam. Yang kita telusuri bukan kepada kebijakannya atau aliran dana, namun apakah melibatkan aparat penyelenggara negara, tegas Johan lagi.

Dijelaskan Juru Bicara KPK, dalam kasus ini, KPK segera melakukan penyelidikan setelah menerima data dari BPK. Bahkan kini gelar kasus secara maraton terus dilakukan baik antara Tim KPK sendiri maupun dengan Tim BPK.

Sejauh ini Tim KPK dan Tim BPK telah melakukan gelar perkara. Johan Budi membenarkan bahwa ada Tim KPK yang melakukan gelar perkara dengan Tim BPK. Katanya Tim BPK datang ke KPK dalam kaitannya untuk memperdalam adanya temuan-temuan yang sudah diselidiki Tim KPK.

Tim KPK dan BPK, menurut Johan berdiskusi cukup intens. Dalam hal ini KPK yang mengundang BPK untuk menggelar kasus bank tersebut. Dikatakan Juru Bicara KPK itu, bahwa Taufikurrahman Ruki datang ke KPK sebagai anggota BPK dan berdiskusi cukup intens Tim KPK dengan Tim BPK.  Ditambahkan Johan Budi, bahwa KPK juga diundang oleh BPK.

BAB III

KESIMPULAN

  1. Penyelamatan Bank pada saat krisis ekonomi melanda diperbolehkan tapi kasus century memang merupakan kasus perampokan yang dilakukan oleh berbagai pihak dan digawangi oleh ??????
  2. Kasus dana talangan yang diberikan kepada Bank Century mencapai Rp 6,7 triliun (bahkan bisa lebih banyak) itu ternyata tidak mendapat persetujuan dari Wapres JK sebagai orang yang paling bertanggung jawab terhadap perjalanan dinamika perekonomian bangsa ini.
  3. Andai dana Rp 6,7 triliun disuntik untuk program public services seperti kesehatan dan pendidikan, sungguh begitu banyak rakyat yang bersyukur, karena tertolong kebaikan hati pemerintah.
  4. Berdasarkan analisis dari anggota Komisi XI DPR yang membidangi Keuangan dan Perbankan, maka selaku pimpinan BI, Boediono secara tidak langsung melakukan penyalahgunaan wewenang.
  5. Kami memandang pernyataan Sri Mulyani tidak berdasar dan hanya upaya mengalihkan isu,
  6. KPK akan memanggil semua pejabat terkait sebagai tindak lanjut pengungkapan kasus tersebut.

SOLUSI

Sejalan dengan bergulirnya kasus ini kita sebagai masyarakat harus terus mendukung kinerja pengungkapan kasus ini karena betul-betul merugikan masyarakat Indonesia.

Kita harus terus mengawasi kasus century ini dan kritis terhadap hal-hal yang dapat merugikan masyarakat dan dilain pihak pemerintah harus independen dan transparan kepada publik mengenai kasus yang berbelit-belit ini dan jangan ingin termakan dengan issue-issue yang membelalak dipublik ini.

“Selamatkan yang perlu diselamatkan”

dan

“Hukum yang perlu diHukum”

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 18, 2009 in Kajian Sosiologi

 

Tentang Interaksionalisme Simbolik Perspektif Sosiologi Modern

MANUSIA adalah masyarakat dalam bentuk miniatur. Ketika dia berkomunikasi dengan dirinya sendiri, dia bisa menjadi subyek dan sekaligus obyek. Dalam komunikasi itu pula, manusia berpikir, menunjuk segala sesuatu, menginterpretasikan situasi, dan berkomunikasi dengan dirinya sendiri dengan cara-cara berbeda.

Berpikir berarti berbicara kepada diri sendiri, sama seperti cara kita berbicara dengan orang lain. Percakapan dengan diri sendiri sebagian besar dilakukan dengan diam. Tanpa diri sendiri, manusia tidak akan mampu berkomunikasi dengan orang lain, sebab hanya dengan itu, maka komunikasi efektif dengan orang lain bisa terjadi.

Dari situ akan terdapat banyak ‘arti’. Individu yang menyampaikan ‘arti’ pada dirinya sendiri, pada saat itu juga ia memberikan ‘arti’ pada orang lain. Perasaan terhadap diri seseorang dibentuk dan didukung oleh respon orang lain. Jika seseorang konsisten menunjukkan dirinya dalam pelbagai perbedaan, maka dia juga harus menerima perlakuan orang lain sesuai yang dia berikan padanya.

Jika seseorang secara konsisten ditertawakan dan diremehkan, maka tampaknya tak ada sesuatu yang lain yang dia anggap pada dirinya kecuali bahwa dirinya memang rendah. Jika seseorang kerap diabaikan –terutama di dalam situasi di mana dirinya minta untuk diperhatikan–, maka dia akan sangat yakin bahwa dirinya memang benar-benar tak berguna. Dan inilah yang dibincangkan dalam dalam teori interaksionisme simbolis.

Riyadi Soeprapto (2002), “Teori Interaksionisme Simbolik, Perspektif Sosiologi Modern”

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 19, 2009 in Kajian Sosiologi

 

Cerita Ke Malino

Cerita pendek

 

Perjalanan Ke Malino

Assalamu’alaikum. Wr. Wb.

Pada mata kuliah belajar pembelajaran sosiologi kami sepakat untuk kemalino tapi bukan untuk liburan atau semacamnya melainkan untuk mencari suatu bahan untuk pembuatan makalah yang diperuntukkan buat penilaian final kami, jadi kesepakatan tersebut disepakati oleh ibu hidayah dan birokrasi di unismuh.

Kami berangkat dari kampus pada tanggal 3 dan sekitar pukul 14.30, kami berangkat menggunakan bus mini yang disediakan untuk perjalanan mahasiswa tapi tidak gratis juga he…he….he… saat itu saya duduk dikursi bagian depan yang berdekatan dengan pintu bus tersebut saya duduk bersama teman sekelas saya yaitu ASMAR , pada jam-jam pertama perjalanan tersebut sungguh sangat mengasyikkan karena semuanya merasa senang dan katanya sekalian kita refresing kan pelajaran pada semester 4 ini sudah hampir selesai, dimobil itu ada yang menggunakan gitar jadi tambah ramailah perjalanan kami, semuanyapun ikut menyanyi sambil ketawa-ketawa, tapi sekitar sampai setengah perjalanan kamipun disuguhi snack yang bermacam-macam ada kue donatlah, ada biscuit, dan lain-lain tak lupa air minumnya yang sangat ribet untuk diatur karena harus dioper…oper terus kebelakang, kan saya berdekatan dengan semua dos-dos air mineral tersebut kadang saya berteriak untuk memastikan semua teman-teman dapat air itu.

Kemudian setelah kita masuk dimalino semuanyapun sudah kelelahan dan ada yang tidur dan ada yang menghayal ada yang sudah muntah Oeee……. Gitu suaranya he…heee…hee….. ada-ada saja. Tapi sebenarnya saya juga begitu tapi saya tidak sampai muntah karena mugkin daya tahan tubuh saya ok… gitu lohhhhh…… dan saya sering sekali bertanya kepada teman saya bahwa apakah masih lama sampenya????? Dan dia menjawab “ya…. Sisa 10 kilo” saya bertanya lagi,,, “ ya….. 3 kilo” lagi saya bertanya,,, “hampirmi……. Katanya,,,” ternyata saya nunggu-nunggu dalam pikiran saya ‘ah…. Sepertinya ini sudah lama kayanya tapi belum sampe-sampe juga kita ini,,, aduh pucccccing deh saya…” akhirnya saya sandar-sandar saja ahhhh…. Dari pada pusing…, tidak lama kemudian………pikir dulu deh…………….. Alhammdulillah kita sampe kesebuah rumah yang katanya teman saya yang punya teman pemilik rumah itu. Tapi setelah kami turun ter……nyata,,, ada 2 sampai 3 teman kaya terkoyak-koyak perutnya alias muntah lagi……… Oeekchtr. Tapi saya tidak loh…….. he…..he….heeee….. dan ternyata…..ternyata dinginnya suhu didaerah itu membuat saya merinding,,,,,

Lalu sayapun beristirahat dengan cara duduk-duduk didepan rumah warga tanpa lupa diiiingin itu……… ‘ee’ee’e….. kemudian sayapun beranjak masuk kehalaman rumah yang kami tempati itu untuk menyimpan tas tapi ketika saya melewati pagar rumah terdapat lumayan banyak pohon stroberi dan saya tidak lupa bertanya kepada bapak pemilik rumah, pak boleh tidak saya petik buah ini,,,?? Katanya……. “Oh,,, iya silahkan saja yang penting ada yang masak.… sambil tersenyum” saya pun mencari stroberi yang masak dan saya Cuma dapat 1, kasihan yaaaaa…… selanjutnya saya membawa tas saya kedalam rumah lalu kamipun secara langsung disuguhi makan dengan nasi dan lauk-lauknya karenakan kita sudah menempuh perjalanan jauh dan belum makan… setelah kenyang kemudian saya keluar lagi untuk menikmati suhu diiiingin yang ada dimalino itu tepatnya didesa pattapang. Saya beserta sebagian teman saya sepakat untuk berjalan-jalan sebelum magrib menjelang, bejalan dibagian atas jalan dari rumah itu kami menyempatkan diri untuk foto-foto dengan background pegunungan yang sangat indah. Dengan sekian banyak foto itu kamipun dihentikan oleh suara masjid yang mengisyaratkan untuk pulang dan shalat. Didesa itukan dingin jadi saya sampai ingin BAK alias buang air kecil, masuklah saya ke wc dan kemudian biasanyakan saya mencuci itu dan menyiram itu tapi air dibak mandi itu sangat dingin jadi sayapun tidak mencuci Cuma kata makassarnya ma’datte-datte lalu saya menyiram dan keluar.

Sesudah shalat sebagian teman saya berada diluar dan saya berada didalam rumah dengan sebagian teman saya lagi, tidak lama duduk-duduknya ibu hidayahpun mengeluarkan ubi goreng dan sambel, kami yang didalam itu memakan ubi itu yang ibu hidayah bilang “biar to’loro tapi enakji”,,, tidak lama sayapun memanggil teman yang diluar untuk masuk dan makan ubi tersebut, ada yang malu-malu dan ada yang mau tapi jangkauan tangannya kurang panjang kepiring tempat ubi itu berada jadi ngiler deh….he…he….he….. kemudian setelah semuanya selesai disikat atau dihabisi dan ibu hidayah berkata bahwa beliau akan tidur lebih dahulu, lalu anak-anakpun berkumpul diruangan tamu dan apa yang dilakukan,!!! Bernyayi dan berjoget, seperti ini…..

‹‹‹ Mantap goyangnya

UUT  COYyyy……

GILE KALI YEee…

Goyang mang›››

iha………….››

Setelah itu semuanya capek, saya keluar dan duduk-duduk ditempat duduk yang berada didepan pagar sipemilik rumah sambil bergurau dengan teman yang lain sekali-kali saya memegang gitar dan memainkannya sejenak lalu berhenti,,, suhu dingin pun menjadi-jadi jadi saya menyuruh teman perempuan saya untuk membuatkan kopi susu dan dia membuat mie siram untuk dirinya sendiri, nah keluarlah kopi saya yang masih hangat-hangatnya, sungguh membantu kopi hangat tersebut dalam keadaan dingin begini tapi dalam beberapa saat kopi tersebut sudah tidak hangat lagi akibat dari suhu

dingin didesa itu. Sesudah minum kopi itu saya melihat teman saya membakar sesuatu didepan rumah ternyata itu untuk menghangatkan diri jadi sayapun bergabung disitu dan ternyata lumayan juga jadi mendingan…

Setelah itu saya kemudian masuk kedalam rumah dan teman-teman saya itu sudah bersiap-siap untuk tidur jadi saya turut serta untuk berebut tempat tidur dan Alhamdulillah saya dapat sofa untuk tempat saya bermimpi. Tapi sebelum itu saya bermain domino dengan teman saya tapi cukup 2 kali game saya berhenti karena saya memberikan kepada teman saya yang ingin bermain dan………………….!!!! 1 sampai 2 jam setelahnya teman saya yang berempat masih bermain domino,,,,, disaat itu sayapun beraksi dengan kamera yang saya bawa dari rumah, sesuatu hal muncul dipikiran saya “mungkin bagus kalau saya foto teman-teman yang sedang dalam mimpi alias tidur…….” Dan ternyata hasilnya bagus loh…….. seperti ini…

maaf ya teman,,,,, nah setelah itu saya dan sebagian teman yang masih sadar atau belum tidur mengekspresikan diri kami didepan kamera, seperti ini,,,,,,,

Setelah itu kami sekalian beserta keluarga gila mencari tempat untuk bermimpi indah…

Keesokan harinya saya bangun dan kemudian keluar rumah dan berjemur dibawah panas matahari untuk menghangatkan diri karena suhu dingin dimalino ini. Tidak lama kemudian kami disuruh berbaris untuk melakukan kegiatan yaitu games yang direncanakan oleh ibu hidayah,,, kamipun berjalan kelapangan yang berada tidak jauh dari rumah dan berdekatan dengan sekolah dasar yang ada didesa pattapang itu, sebelumnya kami disuruh untuk menyiapkan alat antara lain : ember sedang, gelas aqua, botol aqua besar, tali rapiah dan balon.

Permainan pertama yang kami lakukan adalah ember yang berisi air tersebut diambil melalui gelas aqua tadi yang kemudian dipindahkan ke dalam botol aqua itu, seperti ini,,,,, kala itu permainan ini sangat seru dengan berbagai macam bentuk kecurangan yang dilakukan termasuk saya he…..he….heee….. yang saya lakukan adalah memasakkan batu untuk supaya gelas aqua tersebut berat dan akan terisi cepat tapi belum sempat dilakukan sudah kepergok sayanya, gagal deh menangnya, aduh………

Saya sempat berfoto dengan siswa SD setempat untuk sebagai kenang-kenangan dan siswa tersebut juga sangat senang berfotonya,,,,, kemudian permainan selanjutnya yaitu memindahkan kata-kata yang susah-susah gampang, katanya seperti ini “lada- lodo-lidi-dalo” saya orang pertama jadi saya masih gampang tapi teman kelompok saya sudah bingung dengan kata tersebut jadi gagal lagi menangnya tapi nda apa-apa yang penting happy men……….

Setelah semua permainan selesai saatnyalah kita untuk bekerja untuk mendapatkan data sebanyak-banyaknya uang diperuntukkan untuk data makalah kami, jadi saya sebagai ketua kelompok memulai perjalanan dengan dibekali alat tulis dan kamera dan data yang kami hasilkan lumayan sudah banyak dari rumah kerumah warga yang kami singgahi salah satunya seperti ini,,,, setelah itu kamipun berjalan kesebuah kebun teh yang ada didesa tersebut dan perjalanan itu juga sangat melelahkan karena jauh dan jalan yang kami lalui itu tanjakan tapi ketika sampai diatas rasa lelah itupun segera sirna karena keindahan alam dari puncak bukit tersebut… tapi karena sudah beranjak siang dan perut saya sudah keroncongan kamipun beranjak turun kembali dengan menjalani jalan pintas yang saya bikin sendiri dan ternyata perjalanan itu tidak melelahkan karena sudah dekat, tidak sampai 10 menit kamipun sampai di rumah dan langsung menuju dapur untuk makan dengan makanan yang telah tersedia… setelah perut saya diisi sayapun bersiap-siap untuk mandi tapi antrian cukup panjang juga jadi saya sebagai orang yang baik turut mengantri juga, setelah giliran saya ternyata ibu hidayah juga mau mandi jadi sayapun mengalah sebagai mahasiswa yang baik… nah….. ibu hidayah sudah keluar jadi sayapun masuk untuk mandi dan ternyata airnya cukup dingin tapi saya akan tetap mandi karena nanti akan bau….. malu…… satelah mandi kesegaran badan dan pikiranku menjadi lebih baik dari manjat bukit teh tadi itu. Lalu saya ganti baju dan duduk di ruang tamu sambil bercanda dengan teman-teman dan juga ibu hidayah dan ibu muliati. Kamipun sempat berfoto bersama, saya menyuruh teman saya untuk memotret saya dengan ibu hidayah dan ibu muliati,, lalu setelah itu kami diberikan pengarahan mengenai tugas dan pemberian nilai dari mata kuliah beliau, alhamdulillah semuanya baik tapi 2 dari kami itu bermasalah tapi ibu hidayah memberikan kompensasi atas nilainya dengan tugas tambahan yang diberikan,, sungguh mulia…………

Setelah pengarahan dari ibu hidayah kami semua diajak naik kekebun teh yang ternyata sudah saya daki tadi,,, sayapun berkata “sayakan sudah naik dan capeknya minta ampun” tapi saya tidak keberatan karena untuk apa kita kesini kalau tidak menikmati betul suasana ini, sayapun berangkat keatas dan kembali dengan berjalan kaki, tapi saya sudah tahu jalan pintas kekebun tersebut jadi tidak terlalu jauh, ada teman saya yang sudah capek tapi tetap dikasi semangat untuk naik,,, dan sampailah kami dipuncak bukit kebun teh tersebut,,,,

Diatas kami berfoto-foto sebagai dokumentasi yang bisa saya simpan, tanpa diseng-aja diatas saya bertem-u dengan warga yang menjual buah-buahan, dan sayapun bertanya lagi deh mengenai bahan materi tugas saya, setelah itu saya juga tak lupa membeli oleh-oleh untuk istri saya ehhh…. Salah keluarga saya maksudnya…saya membeli 2 paket strowberi dan 2 bungkus teh malino… setelah 1 jaman diatas kamipun kembali turun kembali kerumah untuk menunggu mobil jemputan untuk pulang kemakassar. Sekitar jam 5 mobilpun datang, dan saya cepat lari untuk mengambil tas dan mengambil tempat duduk, dan saya kembali duduk ditempat yang sama waktu saya berangkat… katanya kita akan singgah kepasar untuk membeli tambahan oleh oleh untuk keluarga kami, jadi sesampai dipasar itu saya juga turun untuk membeli wortel sekilo untuk ibu saya yang dirumah, kemudian kami menempuh perjalanan yang sangat melelahkan, diperjalanan itu kegiatan saya itu cuma tidur sampai tak sadar kamipun memasuki kota makassar dan ternyata sopir yang bernama k’udin itu lewat jalan hertasling dan lewat emmi zaelan, jadi saya turun lebih awal bersama 2 teman saya karena kami 1 kost ditidung, dan tak lupa hal yang terakhir dari perjalanan itu adalah CAPEK…………………..

Yahh….. itulah sepenggal……. (sepenggal kok sampai 7 lembar) kisah perjalanan saya kemalino yang sangat seru walaupun capek tapi banyak pengalaman yang bisa saya ambil dari perjalanan tersebut, terima kasih kepada ibu hidayah.

Wassalamu’alaikum. Wr. Wb.

Resky Nurul Adha “pengalaman yang menyenangkan”

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 16, 2009 in cerita pengalaman

 

Tag:

Makalah Kakubuteks

Tugas kelompok KAKUBUTEKS

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK IV

PENDAHULUAN
Ilmu kewiraswastaan pada umumnya ilmu tentang penghidupan sebab kewiraswastaan mencakup segi-segi pembinaan mental, fisik, ilmu pengetahuan dan teknologi, hubungan kemasyarakatan, hubungan keluarga, pandangan hidup, filsafah serta aspek-aspek spiritual.
pada kebanyakan negara-negara yang telah maju seperti amerika atau Negara yang baru saja maju seperti korea dan Taiwan, kemapanan ekonomi negaranya sebagian besar ditunjang oleh para peran wiraswastawannya.mereka bekerja keras dengan kesadaran penuh bahwa hasil karyanya amat dibutuhkan oleh masyarakat dan mereka selalu mau belajar sungguh-sungguh untuk mendapatkan teknologi yang dibutuhkan. Pada umumnya semua wiraswastawan disana memiliki pengabdian tinggi kepada Negara sehingga amat jarang ada diantara mereka yang memikirkan kepentingan pribadi dan menumpuk kekayaan guna memanjakan diri sendiri dan keluarganya.
Sikap seperti itu menunjukkan bahwa kaum pengusaha yang bersangkutan mempunyai sikap mental yang amat baik. Sikap mental demikian akan menjamin kontribusi kaum pengusaha kepada Negara menjadi maksimal. Sebaliknya, bila sikap mental para wiraswastawan buruk maka bukan saja partisipasi kalangan bisnis menjadi minimal, lebih jauh lagi sepak terjang mereka bahkan akan merusak tatanan ekonomi serta unjuk kerja Negara secara keseluruhan.
Di Indonesia diakhir abad ke-20 ini kewiraswastaan boleh dikata baru saja diterima oleh masyarakat sebagai salah satu alternatif dalam meniti karir dan kehidupan. Seperti diketahui umumnya rakyat Indonesia mempunyai latar belakang pekerja pertanian yang baik. Dengan hidup dialam penjajahan hamper tiga setengah abad lamanya, nyaris tidak ada figur panutan dalam dunia kewirausahaan. Yang ada hanya pola pemikiran feodalisme, priyayiisme, serta elitisme yang satu diantara sekian banyak ciri-cirinya pada era orde baru, pemerintah sadar bahwa untuk memajukan bangsa dan Negara peran serta masyarakat swasta harus dilibatkan secra serius. Oleh sebab itu, kewiraswastaan mulai dikampanyekan, dengan berbagai penekanan diantaranya bahwa lowongan kerja tidak akan mampu menampung jumlah angkatan kerja yang dari tahun-ketahun semakin melonjak. Lebih jauh pera pengusaha kecil dibina dengan harapan bisa berkembang menjadi tonggak tumpuan ekonomi dimasa depan. Pengusaha besar diberi kemudahan kerena merekalah kini pemain utama yang mendukung tugas pemeritah disektor ekonomi.
Sebagai Negara berkembang bisa dimengerti kalau terjadi berbagai penyimpangan. Dengan masyarakatnya yang berlatar belakang bukan wiraswastawan serta cenderung feodalis, bangsa indonesia tampak kurang siap dibeberapa aspek. Dalam priode transisi dari alam birokrasi ke iklim bisnis yang sangat cepat, pacuan kewiraswastaan menyebabkan para pengusaha Indonesia kedodoran pada segi-segi yang amat penting, diantaranya faktor sikap mental, motivasi , etos kerja, serta kesadaran tentang pengabdian kepada Negara.

PEMBAHASAN
1. Pengertian Kewiraswastaan
Kewiraswastaan merupakan suatu kempuan dalam berfikir kreatif dan berprilaku inovatif yang dijadikan dasar, sumber daya, tenaga penggerak, tujuan siasat, kiat dan proses dalam menghadapi tantangan hidup, (Suryana,2003).
Sedangkan wiraswastawan dalam konteks menajemen merupakan seseorang yang memiliki kemampuan dalam menggunakan sumber daya seperti seperti financial, bahan mentah, dan tenaga kerjauntuk menghasilkan suatu produk yang baru, bisnis baru, proses produksi atau pengembangan organisasi usaha, (Marzuki Usman,1997).
Disisi lain dapat dilihat perbedaan antara wiraswastawan dengan manajer pada suatu organisasi atau perusahaan :
a. Wiraswasta merintis usaha dari kecil, mengembangkan usaha sampai besar, gesit, memanfaatkan kesempatan yang muncul, dan berani mengambil resiko, sedangkan manager memasuki organisasi setelah besar yang mempunyai keterampilan managerial yang lebih baik, dapat mengelola sumber daya dengan baik, dan berhati-hati terhadap resiko.
b. Wiraswastawan mempunyai inisiatif memulai suatu proses produksi, sementara manager menjalankan proses produksi.

2. Manfaat Kewiraswastaan
a. Manfaat kewiraswastaan
Kewiraswastaan mempunyai beberapa arti penting, antara lain:
– Meningkatkan produktivitas
Seorang wiraswastawan dituntut untuk selalu kreatif dan menggunakan metode-metode baru yang dapat meningkatkan produktivitas.
– Meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menciptakan pekerjaan
Dengan usaha yang dibukanya seorang wiraswastawan berarti dapat dikatakan membuka/menciptakan lapangan kerja bagi orang lain dan secara tidak langsung bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
– Menciptakan teknologi baru dan menciptakan produk dan jasa baru
Banyak wiraswastawan yang membuka peluang baru dengan menciptakan produk atau jasa yang baru. Tapi ketika masih mempertahankan produk yang baru maka produk itu sudah disempurnakan atau diperbaiki.
– Mendorong inovasi
Meskipun biasanya mereka tidak menciptakan produk baru tetapi mereka dapat mengembangkan metode atau produk yang inovatif.
– Membantu organisasi bisnis yang besar
Biasanya perusahaan besar mendapatkan bahan baku dari perusahaan yang lebih kecil sebagai supliernya.

3. Pengembangan Kurikulum
Pengembangan Kurikulum merupakan proses pembaharuan dari kurikulum yang telah diberlakukan sebelumnya menjadi sebuah kurikulum yang berdasarkan inovasi, kreatifitas, profesionalitas, dan berwawasan global, sehingga menghasilkan lulusan yang produktif, berdaya saing, dan peka terhadap perubahan zaman.
a. Bentuk Kurikulum yang Dikembangkan
• Kurikulum Pendidikan Berjiwa Kewiraswastaan (Entrepreneurship)
Diakui maupun tidak, perguruan tinggi selama ini hanya mampu memproduksi banyak produk pemegang gelar D1, D2, D3, S1, atau mungkin S2 namun tidak bisa berbuat apa-apa setelah mereka lulus dari perguruan tinggi. Perguruan tinggi dalam konteks ini tidak bisa melakukan apa-apa, kecuali tetap menggelar pendidikan tingginya. Perguruan tinggi selama ini hanya berkutat pada teori-teori kerja guna memperbanyak peserta didiknya secara kuantitas setiap tahun, tanpa mencoba mengerti, memahami dan menganalisa seberapa banyak produk pendidikannya yang diserap dan terserap ke dunia kerja. Para alumninya dibiarkan begitu saja tanpa diberi panduan dan arah yang jelas, harus kemana dan perlu mengatur konsep teknis apa agar bisa membantu mereka mendapatkan pekerjaan. Sangat jelas, ini berkaitan erat dengan materi ajar yang selama ini tidak berhubungan langsung dengan kebutuhan kongkrit di lapangan. Dalam dunia kerja, yang dibutuhkan adalah kemampuan, skill dan kapasitas tertentu yang bisa mendorong para alumni menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, bila mereka kemudian tidak bisa memanfaatkan gelar kesarjanaan yang disandangnya. Selama konsep-konsep pembelajaran yang diterapkan di perguruan tinggi tidak mencerminkan kebutuhan lapangan dan dunia kerja, ini sangat berisiko tinggi untuk membuat peserta didik tidak paham terhadap kenyataan yang ada di hadapan mereka. Mematangkan konsep pembelajaran yang jelas, terukur implikasinya pada efek realitas serta bersinggungan dengan dunia kerja adalah sebuah kemutlakan yang harus dicapai secara praksis. Konsep pembelajaran sedemikian itu bermuara pada bagaimana isi materi ajar perlu diciptakan dan bisa mewadahi semua kebutuhan yang nyata. Konsep pembelajaran tersebut membincangkan sekian materi yang sudah direncanakan dan disiapkan oleh perguruan tinggi dalam menggelar pendidikan tingginya. Perguruan tinggi jangan mengambil bahan materi ajar yang sangat teoritis-sentris namun harus aplikatif-sentris. Ini ditujukan guna menjadikan pendidikan tinggi betul-betul sebangun dengan kebutuhan. Materi kongkrit dan sesuai dengan kebutuhan lapangan akan diperoleh saat para pemegang perguruan tinggi bisa melihat kenyataan sosial yang ada ketika para alumninya sudah bekerja, sebut saja, apakah mereka bekerja sesuai dengan latar pendidikannya selama di perguruan tinggi atau tidak. Bila belum bekerja, mengapa itu bisa terjadi.
Perguruan tinggi dituntut untuk bisa peka dan kritis terhadap hal-hal sedemikian sebab ini merupakan tanggung jawabnya, bukan hanya memberikan pendidikan tinggi terhadap peserta didik namun tidak diperhatikan setelah mereka menyelesaikan studinya di perguruan tinggi. Konsep pembelajaran sedemikian itu juga didukung oleh perangkat keras dan lunak pihak perguruan tinggi secara memadai. Perangkat lunak adalah tingkat kemampuan dan kecerdasan seluruh sumber daya manusia yang dimiliki perguruan tinggi tersebut. Ini sangat penting sebab tanpa hal demikian, sangat sulit terjadi satu pencapaian konsep pembelajaran yang diinginkan bersama. Perangkat keras adalah sumber pendanaan perguruan tinggi yang jelas dan tepat guna membiayai sumber daya manusia yang ada demi melakukan penelitian yang akan terjun ke lapangan dalam rangka mencari tahu keberadaan setiap alumni terkait apa yang telah dikerjakannya setelah lulus dari perguruan tinggi. Bila dua hal tersebut dapat dipenuhi, sangat niscaya pembelajarannya bisa dihasilkan dengan baik.
4. Tujuan Pendidikan Kewiraswastaan
Tujuan kewiraswataan mempunyai orientasi yaitu :
1. Orientasi Umum : Upaya membekali para peserta didik dengan pengetahuan umum, menyiapkan peserta didik untuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan pembetukan keterampilan agar peserta didik dapat berkarya secara efektif dalam masyarakat.
2. Orientasi Intektual : pembetukan sikap akademik pada peserta didik melalui pengebalan terhadap profesi, penelitian dan metoda-metoda yang telah baku. Membentuk kemampuan menganalisis suatu masalah dan mensintesis ihnu pengetahuan yang berasal dari banyak sumber, pembentukan kemandirian akademik, dan memiliki sikap terbuka terhadap konsep-konsep baru.
3. Pembentukan Kepribadian : Membantu peserta didik dalam mengindentifikasi tujuan belajarnya masing-masing, serta membantu mengembangkan cara-cara untuk mencapai tujuan tersebut. Meningkatkan harga diri, percaya diri, kemandirian dan meneladani hubungan kerja yang terbuka dan jujur.
4. Berwawasan Wiraswasta : Menyelenggarakan program latihan kewiraswastaan memiliki kemampuan untuk mengenal potensi peserta didik dan memupuk jiwa entrepreneur mereka.
5. Inovasi : Dimaksudkan sebagai suatu suasana dimana keinginan berinovasi merupakan suatu falsafah hidup. Ini berarti adanya suatu mekanisme dimana penemuan baru harus dapat dimasukkan pada kurikulum yang ada.

Tujuan Khusus
Sesuai dengan minat dan bakat, peserta didik dipersiapkan dan dihantar menjadi siswal unggulan yang professional dalam bidang yang di pilihnya.
Untuk memperoleh kompetensi yang diharapkan maka persyaratan yang harus dipenuhi lembaga pendidikan meliputi;
1. Kurikulum/proses belajar mengajar;
2. Administrasi dan manajemen sekolah;
3. Organ isasi/kelembagaan sekolah;
4. Sarana dan prasarana;
5. Ketenagaan;
6. Pembiayaan;
7. Peserta latihan/siswa;
8. Peran serta masyarakat;
9. Lingkungan/ kultur sekolah.(Kepmen No. 087/U/2002, hal 3).

Kemandirian berusaha direfleksikan dalam bentuk kemampuan mengerjakan suatu pekerjaan yang baik dan benar sesuai dengan kapasitas yang ada dalam dirinya. Kemampuan berusaha yang dimaksudkan adalah perolehan kemampuan yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang direfkleksikan dengan adanya nilai tambah dari keadaan sebelumnya. Latar belakang perolehan kemampuan berusaha adalah sebagai upaya belajar yang dilakukan pada waktu sebelum menjadi warga belajar yang melakukan usaha sendiri. Di samping itu faktor pengalaman dalam pekerjaan akan sangat berperan dalam melaksanakan suatu pekerjaan, sebab pengalaman itu sendiri berfungsi sebagai seni, dalam menangani berbagai masalah yang timbul dalam rangka menjalankan suatu usaha. Menurut H.D. Sudjana (1993 : 69) mengemukakan bahwa yang dimaksud’dengan kemampuan adalah “Wujud penampilan seseorang dalam lingkungan tertentu, misalnya lingkungan pekerjaan dan dunia kehidupan pada umumnya”. Lebih lanjut menurut H. Soedijarto (1997 : 122) mengemukakan bahwa kemampuan dilukiskan sebagai:
Suatu kemampuan dipandang sebagai kemampuan yang bertaraf profesional tidak lain karena di samping memerlukan cara bekerja yang tidak mekanistik, juga karena untuk dapat melaksanakannya secara memadai diperlukan penguasaan atas dasar-dasar pengetahuan yang kuat, pengetahuan tentang relasi dasar-dasar pengetahuan dengan praktek pekerjaan dan cara bekerja yang memerlukan dukungan cara berfikir yang tidak hanya taktis strategik, kreatif dan imajinatif.
Dalam melaksanakan tugasnya, seorang warga belajar sebagai pembelajar dituntut untuk memiliki berbagai kemampuan (keterampilan) dalam rangka menjalankan usahanya, sehingga tampil sebagai seorang yang profesional dibidangnya. Berkenaan dengan masalah keterampilan yang harus dimiliki oleh setiap orang (dalam hal ini adalah warga belajar).
Oleh karena itu, sesuai dengan prinsip-prinsip penyelenggaraan program pendidikan luar sekolah, diantaranya bahwa penyelenggaraan program PLS harus didasarkan atas identifikasi kebutuhan para warga belajar, yang secara langsung berhubungan dengan kebutuhan hidup untuk mencari nafkah. Kebutuhan akan pendidikan ini adalah merupakan salah satu kebutuhan manusia. Kebutuhan hidup manusia akan cenderung mudah dipenuhi apabila seseorang, kelompok, atau masyarakat telah memenuhi kebutuhan pendidikan. Hal ini senada dengan pernyataan Malcolm S. Knowles dalam H.D. Sudjana (1996 : 158) bahwa ” An educational need is something aperson ought to learn for his own good, for the good of an organization, or for the good of soiety.” Menurut pengertian tersebut, kebutuhan pendidikan adalah sesuatu yang harus dipelajari oleh seseorang guna kemajuan kehidupan dirinya, organisasi yang ia masuki, atau untuk kemajuan masyarakat.

5. Kebutuhan pendidikan kewiraswastaan
Pengertian tentang kebutuhan pendidikan mengandung dua implikasi. Pertama, bahwa seseorang yang merasakan dan menyatakan keinginan untuk memiliki atau meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan aspirasi hanya dapat dicapai melalui kegiatan belajar. Kedua, bahwa kebutuhan pendidikan yang dirasakan dan dinyatakan oleh seseorang itu merupakan ekspresi dari kebutuhan diri seseorang, kebutuhan lembaga, atau kebutuhan masyarakat, atau mungkin sebagai manifestasi dari ketiga macam kebutuhan tersebut. Berdasarkan uraian-uraian di atas, dalam tulisan ini penulis batasi bahwa latar belakang pendidikan yang dimaksudkan adalah perolehan pendidikan baik pendidikan sekolah maupun satuan pendidikan luar sekolah yang dimiliki oleh para warga belajar sebagai pembelajar. Kemandirian berusaha berdasarkan temuan Jassin H. Tuloli (1991) dalam Disertasinya yang berjudul “Trasformasi Potensi Generasi Muda Menuju Insan Mandiri ” FPS IKIP Bandung, mengidentifikasikan bahwa manusia mandiri memiliki ciri-ciri :
1. Jeli melihat permasalahan,
2. Berani menghadapi masalah,
3. Punya gagasan dalam menghadapi masalah,
4. Ada usaha,
5. Ada optimisme,
6. Ada keuletan,
7. Memiliki penengetahuan dan punya keterampilan.
Hal tersebut juga senada dengan David C.McClelland (1987 : 86-96) bahwa kemandirian dilukiskan pada seorang wirausaha, dan memiliki ciri-ciri sebagai berikut : memikul resiko yang tidak terlalu besar sebagai akibat keahliannya dan bukan karena kebetulan ; kegiatannya penuh semangat dan / atau berdaya cipta ataupun kegiatan inovasi ; memikul tanggung jawab pribadi ; dan memiliki pengetahuan yang pasti dalam bekerja ataupun mengambil keputusan. Menurut Peter F. Drucker, (1985 :28) Wiraswastawan pada dunia usaha, bukan saja seorang majikan, tetapi bisa jadi dan bahkan seringkali sebagai pekerja biasa ataupun seseorang yang bekerja sendiri dan seluruhnya dikerjakan sendiri. Nilai budaya memiliki pengaruh yang sangat kuat dan mengakar pada suatu sikap mental (mental attitude) manusia secara perorangan dalam melakukan kegiatannya sehari-hari. Sebagai pedoman perilaku yang paling mendasar, sistem nilai budaya juga mempengaruhi ‘orientasi nilai’ (value orientation) manusia dalam kehidupan masyarakat. Orientasi nilai adalah nilai-nilai yang dijadikan acuan atau rujukan bagi manusia untuk berfikir dan bertindak dalam rangka mencapai tujuan kehidupannya, baik secara perorangan maupun kolektif. Hasil penelitian seorang ahli antropologi, Clyde Kluckhohn, yang konsepnya lebih lanjut
6. Situasi Ilmu Kewiraswastaan Di Indonesia
Ilmu Kewiraswastaan pada dasarnya merupakan ilmu tentang penghidupan. Sebab, kewiraswastaan mencakup segi-segi pembinaan mental, fisik, ilmu pengetahuan dan teknologi, hubungan kemasyarakatan, hubungan keluarga, pandangan hidup, filsafat serta aspek-aspek spiritual. Pada kebanyakan negara-negara yang telah maju seperti Amerika atau negara yang baru saja maju seperti Korea dan Taiwan, kemapanan ekonomi negaranya sebagian besar ditunjang oleh peran para wiraswastawannya. Mereka bekerja keras dengan kesadaran penuh bahwa hasil karyanya amat dibutuhkan oleh masyarakat, dan mereka selalu mau belajar sungguh-sungguh untuk mendapatkan teknologi yang dibutuhkan. Pada umumnya semua wiraswastawan disana memiliki pengabdian tinggi kepada negara, sehingga amat jarang ada diantara mereka yang hanya memikirkan kepentingan pribadi dan menumpuk kekayaan guna memanjakan diri sendiri dan keluarganya.
Sebagai negara berkembang, bisa dimengerti kalau terjadi berbagai ekses dan penyimpangan. Dengan masyarakatnya yang berlatar belakang non-entrepreneur (bukan wiraswastawan) serta cenderung feodalis, bangsa Indonesia tampak kurang siap dibeberapa aspek. Dalam periode transisi dari alam birokrasi ke iklim bisnis yang serba cepat, pacuan kewiraswastaan menyebabkan para pengusaha Indonesia “kedodoran” pada segi-segi yang amat penting, diantaranya, faktor sikap mental (attitude), motivasi, etos kerja serta kesadaran tentang pengabdian pada bangsa dan negara. Hiruk pikuknya dunia usaha, dibumbui dengan terjadinya kesenjangan antara yang besar dan yang kecil, mengakibatkan beralihnya acuan hidup kepada uang semata. Masyarakat kehilangan pegangan moral, dan terjerumus kedalam pandangan hidup mencari jalan pintas tercepat menuju tercapainya perolehan harta sebanyak-banyaknya untuk..kepentingan pribadi. Tidak ada lagi etika bisnis, semua dihalalkan, kalau perlu dengan menindas orang lain.
Padahal, ketika banyak dari mereka telah berhasil mengumpulkan harta, apalagi yang harus diperbuat ? Semua yang didapat dari jalan pintas ternyata terasa hambar, tidak mendatangkan kepuasan ataupun kebanggaan. Merasa masih tak puas, orang cenderung mengejar lebih banyak lagi materi dengan asumsi yang sudah ada masih kurang, kejar dan kejar lagi.. Bagaikan gatal yang makin digaruk makin menyebabkan rasa gatal menjadi-jadi, pada akhirnya akan meroyak menjadi borok. Bagaimanapun, kita masih sadar, bahwa kesiapan kita memang belum mantap. Tidak ada panutan, serta masih asingnya seluk-beluk kewiraswastaan. Oleh sebab itu, diperlukan sesuatu untuk meluruskan apa-apa yang masih belum lurus, serta memperbaiki apa yang belum sempurna. Disinilah dibutuhkan “Pendidikan Kewiraswastaan” dan sekaranglah saatnya yang tepat, sebelum kita memasuki babak baru yang lebih sarat dengan tantangan, yang kita kenal dengan era globalisasi ekonomi.
Kewiraswastaan yang Ideal
Sosok kewiraswastaan yang ideal, menuntut nilai-nilai kearah kualitas manusia yang semapan mungkin. Kaitannya dengan dunia politik, mungkin selaras dengan dambaan hadirnya Manusia Indonesia Seutuhnya. Manusia tidak ubahnya sebuah mobil. Mesinnya boleh seperkasa dan setangguh apapun, bodinya juga harus sekuat dan semulus mungkin. Tapi di atas itu semua, mobil harus mempunyai kemudi, dan kemudi itu harus baik, kuat serta mudah untuk dikendalikan. Bila tidak, makin kuat bodinya, makin hebat tenaga mesinnya, makin cepat juga ia akan menimbulkan celaka kepada siapa saja.
Begitupun manusia. Untuk membina manusia menjadi mahluk yang berguna, tidak cukup hanya memberikan kecerdasan, keterampilan atau kepiawaian teknis saja. Prioritas mendasar adalah dengan membangun sikap mental yang baik terlebih dahulu. Sebab, seperti pepatah mengatakan, ilmu tanpa sikap mental menghasilkan kezaliman, sedangkan sikap mental tanpa ilmu adalah kelemahan. Dua aspek ini harus hadir saling isi mengisi, karena jika terjadi absen pada salah satunya, maka akan berdampak buruk
Struktur prioritas kewiraswastaan terdiri dari 4 (empat) lapisan. Lapisan terdalam merupakan inti (core), sedangkan 3 lapisan berikutnya merupakan pendukung yang ideal untuk mencapai kesempurnaan prestasi. Struktur ini berlaku universal, tidak hanya bagi mereka yang berkarir dijalur wiraswasta. Para pejabat, karyawan, buruh, kaum profesional dan siapa pun seyogyanya memiliki pola dasar ini.
Struktur nilai kewiraswastaan dimaksud terdiri dari elemen-elemen :
1. Sikap Mental (attitude).
Sikap mental merupakan elemen paling dasar yang perlu dijamin untuk selalu dalam keadaan baik. Unsur ini yang menentukan apakah seseorang menjadi sosok yang tinggi budi ataukah sebaliknya menjadi orang yang jahat dan culas. Orang baik budi akan menjadi kader pembangun bangsa, sedangkan orang jahat akan menjadi beban masyarakat dari bangsa itu sendiri.
Tentu kita tidak ingin melihat bahwa banyak kejahatan dan keculasan meraja lela dinegeri ini. Itu sebabnya pembinaan sikap mental menjadi unsur terpenting dalam dunia kewiraswastaan sekaligus dalam kehidupan. Selain menghadirkan sifat-sifat baik alamiah seperti kejujuran dan ketulusan, sikap mental mencakup juga segi-segi positif dalam hal motivasi dan proaktivitas.
Sikap mental juga amat menentukan keberhasilan seseorang. Harvard, sebuah institusi yang amat terpercaya di Amerika menyatakan bahwa keberhasilan orang-orang sukses didunia ini, ternyata lebih banyak ditentukan oleh sikap mentalnya dibandingkan dengan peranan kemampuan teknis yang dimiliki. Bila ditarik angka perbandingan, angkanya adalah 85% sikap mental, 15% kemampuan teknis.
Apa yang ditunjukkan oleh Harvard tentu membuka mata kita bahwa pantaslah kalau di dunia ini lebih banyak didapati manusia yang berpikir negatif, rendah diri dan cenderung jahat dari pada mereka yang bersikap mental positif, antusias, percaya diri dan penuh hormat kepada sesama. Itu juga barangkali yang menyebabkan di Indonesia saat ini banyak peristiwa-peristiwa perkelahian pelajar, unjuk-rasa dan perselisihan buruh-majikan sampai kepada kasus-kasus korupsi dan kolusi.
2. Kepemimpinan/ kepeloporan (leadership)
3. Ketatalaksanaan (management)
4. Keterampilan (skill).

RANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Perguruan Tinggi : UNISMUH Makassar
Mata Pelajaran : KAKUBUTEKS
Kelas / semester : G / IV
Pokok Bahasan : Pendidikan Kewiraswastaan
Sub Pokok Bahasan : Pengertian Kewiraswastaan
Alokasi waktu : 1 x 45 menit

Standar Kompetensi : 1. Memahami arti, manfaat, perkembangan kurikulum, tujuan dan situasi ilmu kewiraswastaan di Indonesia dalam pendidikan kewiraswastaan serta kebutuhan pendidikan kewiraswastaan
Kompetensi Dasar : 1.1. Memahami dengan seksama pengertian kewiraswastaan yang dijelaskan oleh guru
Indikator : 1.1.1 Menjelaskan pengertian kewiraswastaan
1.1.2 Memahami perbedaan wiraswastawan dengan manajer
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
• Siswa dapat menyimak penjelasan yang dijelaskan oleh guru
• Siswa dapat memahami isi pembelajaran
• Siswa dapat menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru
II. MATERI PEMBELAJARAN
• Mendengar dan menyimak penjelasan dari pengertian kewiraswastaan
III. METODE PEMBELAJARAN
• Metode ceramah
• Metode Tanya jawab
IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
• Kegiatan awal
– Salam dan berdoa
– Mengabsen siswa
– Apresiasi
• Kegiatan inti
– Penjelasan singkat mengenai pengertian kewiraswastaan
– Guru menjelaskan teks materi
– Siswa menyimak penjelasan guru
– Siswa mencatat hal-hal penting dari hasil simakan
– Membuat kesimpulan dari isi penjelasan
• Kegiatan akhir
– Pemberian tugas
– Evaluasi
– Amanah
V. SUMBER / MEDIA
Buku paket, internet.
VI. PENILAIAN
Lisan dan tertulis

RANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Perguruan Tinggi : UNISMUH Makassar
Mata Pelajaran : KAKUBUTEKS
Kelas / semester : G / IV
Pokok Bahasan : Pendidikan Kewiraswastaan
Sub Pokok Bahasan : Arti penting Kewiraswastaan
Alokasi waktu : 1 x 45 menit

Standar Kompetensi : 1. Memahami arti, manfaat, perkembangan kurikulum, tujuan dan situasi ilmu kewiraswastaan di Indonesia dalam pendidikan kewiraswastaan serta kebutuhan pendidikan kewiraswastaan
Kompetensi Dasar : 1.2 Memahami dengan seksama manfaat kewiraswastaan
Indikator : 1.2.1 Mengidentifikasi manfaat kewiraswastaan
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
• Siswa dapat menyimak penjelasan yang dijelaskan oleh guru
• Siswa dapat memahami isi pembelajaran
• Siswa dapat menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru
II. MATERI PEMBELAJARAN
• Mendengar dan menyimak penjelasan dari manfaat kewiraswastaan
III. METODE PEMBELAJARAN
• Metode ceramah
• Metode Tanya jawab
IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
• Kegiatan awal
– Salam dan berdoa
– Mengabsen siswa
– Apresiasi
• Kegiatan inti
– Penjelasan singkat materi manfaat kewiraswastaan
– Guru menjelaskan teks materi
– Siswa menyimak penjelasan guru
– Siswa mencatat hal-hal penting dari hasil simakan
– Membuat kesimpulan dari isi penjelasan
• Kegiatan akhir
– Pemberian tugas
– Evaluasi
– Amanah
V. SUMBER / MEDIA
Buku paket
VI. PENILAIAN
Lisan dan tertulis

RANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Perguruan Tinggi : UNISMUH Makassar
Mata Pelajaran : KAKUBUTEKS
Kelas / semester : G / IV
Pokok Bahasan : Pendidikan Kewiraswastaan
Sub Pokok Bahasan : Perkembangan kurikulum pendidikan Kewiraswastaan
Alokasi waktu : 1 x 45 menit

Standar Kompetensi : 1. Memahami arti, manfaat, perkembangan kurikulum, tujuan dan situasi ilmu kewiraswastaan di Indonesia dalam pendidikan kewiraswastaan serta kebutuhan pendidikan kewiraswastaan
Kompetensi Dasar : 1.3 Memahami dengan seksama proses perkembangan kurikulum pendidikan Kewiraswastaan
Indikator : 1.3.1. Menemukan masalah dalam pengembangan kurikulum
1.3.2. Menemukan hasil dari pengembangan kurikulum
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
• Siswa dapat menyimak penjelasan yang dijelaskan oleh guru
• Siswa dapat memahami isi pembelajaran
• Siswa dapat menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru

II. MATERI PEMBELAJARAN
• Mendengar dan menyimak penjelasan proses perkembangan kurikulum pendidikan Kewiraswastaan

III. METODE PEMBELAJARAN
• Metode ceramah
• Metode Tanya jawab
IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
• Kegiatan awal
– Salam dan berdoa
– Mengabsen siswa
– Apresiasi
• Kegiatan inti
– Penjelasan singkat materi Perkembangan kurikulum pendidikan Kewiraswastaan Guru menjelaskan teks materi
– Siswa menyimak penjelasan guru
– Siswa mencatat hal-hal penting dari hasil simakan
– Membuat kesimpulan dari isi penjelasan
• Kegiatan akhir
– Pemberian tugas
– Evaluasi
– Amanah
V. SUMBER / MEDIA
Buku paket
VI. PENILAIAN
Lisan dan tertulis

RANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Perguruan Tinggi : UNISMUH Makassar
Mata Pelajaran : KAKUBUTEKS
Kelas / semester : G / IV
Pokok Bahasan : Pendidikan Kewiraswastaan
Sub Pokok Bahasan : Tujuan Kewiraswastaan
Alokasi waktu : 1 x 45 menit

Standar Kompetensi : 1. Memahami arti, manfaat, perkembangan kurikulum, tujuan dan situasi ilmu kewiraswastaan di Indonesia dalam pendidikan kewiraswastaan serta kebutuhan pendidikan kewiraswastaan
Kompetensi Dasar : 1.4. Memahami dengan seksama tujuan kewiraswastaan
Indikator : 1.4.1. Menjelaskan berbagai sudut pandang mengenai tujuan kewiraswastaan
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
• Siswa dapat menyimak penjelasan yang dijelaskan oleh guru
• Siswa dapat memahami isi pembelajaran
• Siswa dapat menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru
II. MATERI PEMBELAJARAN
• Mendengar dan menyimak penjelasan dari tujuan kewiraswastaan
III. METODE PEMBELAJARAN
• Metode ceramah
• Metode Tanya jawab
IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
• Kegiatan awal
– Salam dan berdoa
– Mengabsen siswa
– Apresiasi
• Kegiatan inti
– Penjelasan singkat materi
– Guru menjelaskan teks materi
– Siswa menyimak penjelasan guru
– Siswa mencatat hal-hal penting dari hasil simakan
– Membuat kesimpulan dari isi penjelasan
• Kegiatan akhir
– Pemberian tugas
– Evaluasi
– Amanah
V. SUMBER / MEDIA
Buku paket
VI. PENILAIAN
Lisan dan tertulis

RANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Perguruan Tinggi : UNISMUH Makassar
Mata Pelajaran : KAKUBUTEKS
Kelas / semester : G / IV
Pokok Bahasan : Pendidikan Kewiraswastaan
Sub Pokok Bahasan : Mendengar dan menyimak penjelasan mengenai kebutuhan pendidikan kewiraswastaan
Alokasi waktu : 1 x 45 menit

Standar Kompetensi : 1. Memahami arti, manfaat, perkembangan kurikulum, tujuan dan situasi ilmu kewiraswastaan di Indonesia dalam pendidikan kewiraswastaan serta kebutuhan pendidikan kewiraswastaan
Kompetensi Dasar : 1.5. Memahami dengan seksama kebutuhan pendidikan kewiraswastaan
Indikator : 1.5.1. Menjelaskan berbagai sudut pandang mengenai kebutuhan pendidikan kewiraswastaan

I. TUJUAN PEMBELAJARAN
• Siswa dapat menyimak penjelasan yang dijelaskan oleh guru
• Siswa dapat memahami isi pembelajaran
• Siswa dapat menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru

II. MATERI PEMBELAJARAN
• Mendengar dan menyimak penjelasan mengenai kebutuhan pendidikan kewiraswastaan
III. METODE PEMBELAJARAN
• Metode ceramah
• Metode Tanya jawab
IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
• Kegiatan awal
– Salam dan berdoa
– Mengabsen siswa
– Apresiasi
• Kegiatan inti
– Penjelasan singkat materi
– Guru menjelaskan teks materi
– Siswa menyimak penjelasan guru
– Siswa mencatat hal-hal penting dari hasil simakan
– Membuat kesimpulan dari isi penjelasan
• Kegiatan akhir
– Pemberian tugas
– Evaluasi
– Amanah
V. SUMBER / MEDIA
Buku paket
VI. PENILAIAN
Lisan dan tertulis

RANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Perguruan Tinggi : UNISMUH Makassar
Mata Pelajaran : KAKUBUTEKS
Kelas / Semester : G / IV
Pokok Bahasan : Pendidikan Kewiraswastaan
Sub Pokok Bahasan : Situasi ilmu kewiraswastaan di Indonesia
Alokasi Waktu : 1 x 45 menit

Standar Kompetensi : 1. Memahami arti, manfaat, perkembangan kurikulum, tujuan dan situasi ilmu kewiraswastaan di Indonesia dalam pendidikan kewiraswastaan serta kebutuhan pendidikan kewiraswastaan
Kompetensi Dasar : 1.6. Memahami situasi ilmu kewiraswastaan di Indonesia
Indikator : 1.6.1. Menjelaskan situasi kewiraswastaan di Indonesia
1.6.2. Menjelaskan idealnya ilmu kewiraswastaan

I. TUJUAN PEMBELAJARAN
• Siswa dapat menyimak penjelasan mengenai situasi kewiraswastaan di Indonesia
• Siswa dapat memahami sekaligus menyimpulkan situasi kewiraswastaan di Indonesia
• Siswa dapat menjawab pertanyaan yang diajukan sesuai dengan pokok bahasan
II. MATERI PEMBELAJARAN
• Membandingkan situasi kewiraswastaan di Indonesia dengan amerika, kore dan Taiwan
• Menjelaskan betapa pentingnya kewiraswastaan di Indonesia
• Menjelaskan kewiraswastaan yang ideal
III. METODE PEMBELAJARAN
• Diskusi
• Tanya jawab
• Penugasan
IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
• Kegiatan awal
– Salam dan berdoa
– Mengabsen siswa
– Penjelasan singkat materi
– Mengarahkan untuk membentuk kelompok
– Memberikan bahan untuk didiskusikan
• Kegiatan inti
– Diarahkan untuk melakukan diskusi kelas
– Membahas masalah yang muncul dari diskusi kelompok
– Melakukan tanya jawab
– Menyimak isi diskusi
– Siswa mencatat hal-hal penting dari hasil simakan
– Membuat kesimpulan dari isi penjelasan
• Kegiatan akhir
– Evaluasi
– Amanah
V. SUMBER / MEDIA
Buku paket dan Internet
VI. PENILAIAN
Lisan (Keaktifan Diskusi) dan Tertulis (Tes Uraian)

SILABUS
Perguruan Tinggi : UNISMUH Makassar
Mata Pelajaran : KAKUBUTEKS
Kelas / Semester : G / IV
Standar Kompetensi : 1. Memahami arti, manfaat, perkembangan kurikulum, tujuan dan situasi ilmu kewiraswastaan di Indonesia dalam pendidikan kewiraswastaan serta kebutuhan pendidikan kewiraswastaan

Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar
Teknik Bentuk Instrumen Contoh Instrumen

1.1. Memahami dengan seksama pengertian kewiraswastaan yang dijelaskan oleh guru Pengertian kewiraswastaan Diskusi tentang pengertian kewiraswastaan 1.1.1.Menjelaskan pengertian kewiraswastaan *Tes tertulis *Tes uraian *Jelaskan pengertian kewiraswastaan?? 1×45 menit Buku paket

1.1.2.Memahami perbedaan wiraswastawan dengan manajer *Tes lisan *Daftar pertanyaan *Sebutkan perbedaan wiraswastawan dengan manajer?? Internet

1.2.Memahami dengan seksama manfaat kewiraswastaan Manfaat Kewiraswastaan Mencari dan mendiskusikan manfaat kewiraswastaan 1.2.1.Mengidentifikasi manfaat kewiraswastaan Tes tertulis Tes uraian Apa menfaat menjadi wiraswastawan?? 1×45 menit Buku paket

1.3. Memahami dengan seksama proses perkembangan kurikulum Perkembangan kurikulum pendidikan kewiraswastaan Menyampaikan pengetahuan mengenai proses perkembangan 1.3.1.Menemukan masalah dalam pengembangan kurikulum *Tes tertulis *Tes uraian *Sebutkan masalah dalam pengembangan kurikulum kewiraswastaan?? 1×45 menit Buku paket

Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar
Teknik Bentuk Instrumen Contoh Instrumen

pendidikan Kewiraswastaan kurikulum pendidikan Kewiraswastaan Internet

1.3.2.Menemukan hasil dari pengembangan kurikulum *Tes tertulis *Tes uraian *Jelaskan proses pengembangan kurikulum kewiraswastaan??

1.4.Memahami dengan seksama tujuan kewiraswastaan Tujuan kewiraswastaan Menguraikan tujuan kewiraswastaan 1.4.1.Menjelaskan berbagai sudut pandang mengenai tujuan kewiraswastaan Tes tertulis Tes uraian Coba cari tujuan kewirausahaan?? 1×45 menit Buku paket
1.5.Memahami dengan seksama kebutuhan pendidikan kewiraswastaan Kebutuhan pendidikan kewiraswastaan Menguraikan Kebutuhan pendidikan kewiraswastaan 1.5.1.Menjelaskan berbagai sudut pandang mengenai kebutuhan pendidikan kewiraswastaan Tes tertulis Tes uraian Jelaskan kebutuhan pendidikan kewiraswastaan?? 1×45 menit Buku paket
1.6.Memahami situasi ilmu kewiraswastaan di Indonesia
Situasi ilmu kewiraswastaan di Indonesia
Mencari bahan untuk di diskusikan dikelas
1.6.1.Menjelaskan situasi kewiraswastaan di Indonesia *Tes tertulis *Tes uraian *Jelaskan perbedaan kewiraswastaan di Indonesia dan Amerika?? 1×45 menit
Buku paket
1.6.2.Menjelaskan idealnya ilmu kewiraswastaan *Tes tertulis *Tes uraian *Bagaimanakah kewiraswastaan itu bisa ditingkatkan dalam diri kita?? Internet

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 16, 2009 in Kajian Sosiologi

 

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada November 14, 2009 in Uncategorized